Sabtu, 03 April 2010

Kenalilah Diri Sendiri!

Ini adalah langkah pertama yang harus kamu lakukan terlebih dahulu untuk mencapai kesuksesan. Apalagi kalau bukan mengenali diri sendiri. Mengenali diri sendiri? Maksudnya? Bukankah kamu sudah tahu diri nama kamu itu siapa?
Eits, bukan itu maksudnya. Maksud dari mengenali diri sendiri di sini adalah kamu harus mengenali dirimu secara detil terlebih dahulu. Baik dilihat dari sisi kekuranganmu maupun kelebihanmu. Nah, itulah yang tahapan awal yang harus kamu lakukan. Bisa dibilang kamu harus bertanya kepada dirimu sendiri. Siapakah aku?
Mungkin kamu menganggap langkah yang satu ini remeh dan tidak ada gunanya. Toh, apa untungnya bertanya kepada diri sendiri? Memang apa yang kamu dapat dari kegiatan semacam itu? Bukankah itu perbuatan yang sia-sia?
Oke, kalau kamu berpikir seperti itu boleh-boleh saja sih. Tapi satu catatan yang perlu kamu ingat bahwa orang-orang yang saat ini sudah sukses dan namanya membumbung tinggi itu diawali dengan langkah pertama, yakni mengenali diri sendiri. Jadi kalau kamu mau sukses dan berhasil, maka harus kenali dirimu sendiri terlebih dahulu. Baru setelah itu kamu melakukan tahapan selanjutnya guna meraih bintang yang ingin kamu capai. Nggak percaya? Mari kita buktikan!
Kamu kenal dengan novel ‘Ketika Cinta Bertasbih’ karya kang Abik yang fenomenal itu kan? Atau… kamu kenal juga kan dengan novel ‘Laskar Pelangi’ karya Andrea Hirata? Mmm… pasti dong! Kalau nggak kelewatan banget dah!
Dan karena kamu kenal, maka kamu bisa menjabarkan perbedaan di antara keduanya, kendati sama-sama laris manis di dunia perbukuan. Habiburrahman El-Shirazy dapat menuai kesuksesannya lantaran novelnya dengan nilai-nilai agama dan banyak diminati masyarakat. Sementara Andrea Hirata memetik buah hasil kerja kerasnya lantaran novelnya menceritakan pengalaman pribadinya, yakni tentang impian seseorang dalam menggapai bintang setinggi mungkin.
Nah, inilah kesuksesan yang diawali dengan ‘mengenali diri sendiri’. Kang Abik dapat menuai kesuksesannya karena ia mengenali dirinya sendiri sebagai ‘penulis religi’. Apalagi dengan latar belakang lulusan universitas Al-Azhar di Kairo, ia pun mampu menumpahkan semua hal yang berbau dengan negeri piramida ke dalam sebuah karya sastra. Hingga akhirnya karyanya cukup diminati oleh masyarakat dan bahkan mengalami cetak ulang berkali-kali. Mmm… menggiurkan bukan?
Sementara Andrea Hirata meraih kesuksesannya ia mengenali dirinya sebagai ‘penulis memoar’. Pengalaman semasa hidupnya sebagai orang Bangka Belitung membuatnya tertarik untuk menuliskan ke dalam karya sastra. Ditambah lagi dengan pengalaman dan perjuangannya demi menggapai bintang setinggi-tingginya. Dan kini dapat kamu saksikan bahwa betapa lakunya tetralogi laskar pelangi di dunia perbukuan. Nggak hanya itu, novelnya pun sudah diangkat ke layar lebar. Pikirkan, entah sudah berapa milyar yang disimpan oleh Andrea atas jati dirinya sebagai penulis memoar?
Itu semua terjadi karena mereka berdua bisa mengenali dirinya sendiri. Siapakah mereka dan seperti apa mereka. Namun apa jadinya jika Habiburrahman El-Shirazy tidak mengenali dirinya sebagai penulis religi? Apa jadinya pula jika Andrea Hirata tidak mengenali dirinya sebagai penulis memoar? Akankah karya fenomenal ‘KCB’ tercipta sebagai novel yang sarat muatan religi? Dan mungkinkah tetralogi ‘Laskar Pelangi’ akan tercipta sebagai novel yang sarat muatan edukasi tentang perjuangan seorang anak dalam menggapai impian?
Belum tentu! Mereka berdua belum tentu akan menghasilkan karya sefenomenal seperti sekarang ini kalau Kang Abik tidak dapat mengenali dirinya sebagai penulis religi dan Andrea Hirata sebagai penulis memoar. Malahan kalau hal itu terjadi, tak mustahil jika nama mereka tidak akan membumbung tinggi seperti sekarang. Nah, maka dari itulah mereka dapat meniti kesuksesan dan keberhasilannya lantaran bisa mengenali diri sendiri. Mereka tahu karya seperti apakah yang harus mereka ciptakan dan ciri khas seperti apakah yang mereka tonjolkan.
Intinya, kalau kamu mau meniti keberhasilan & kesuksesan, maka kamu harus mengenali dirimu sendiri. Sering-sering berkacalah dan bertanyalah pada dirimu sendiri. Sebenarnya, siapa sih aku? Aku itu bisa apa saja sih? Apa saja kelemahanku? Seperti apakah aku? Tanyakanlah terus menerus dan begitulah seterusnya. Karena itulah salah satu awalan sebelum benar-benar meraih kesuksesan.
Nggak mungkin kan kamu mengenali dirimu sebagai orang yang berbakat dalam permainan basket tetapi nggak bisa bermain bulutangkis, eh pas ada perlombaan, kamu malah ikutan lomba bulutangkis. Aneh kan?
Nggak mungkin pula kan kamu mengenali dirimu sendiri sebagai orang yang terlahir dalam keluarga yang kurang mampu (misalnya) tapi kamu malah sering berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang?
Nggak mungkin… Nggak mungkin… Nggak mungkin!
Kamu nggak mungkin akan berhasil kalau kamu nggak mengenali dirimu sendiri. Dijamin 1000%!
Jadi, mulai sekarang, sering-sering deh bertanya kepada dirimu sendiri, “Siapakah aku?” Bahkan kalau bisa, buat saja catatan kecil seputar dirimu sendiri. Entah itu seputar kelebihan maupun seputar kekuranganmu. Poko’e kenali diri sendiri dulu deh! Toh, kegiatan semacam ini nggak sampai jual rumah kok! Gratis tis… tis…! Kamu hanya butuh otak, waktu (minimal semenit saja), pena dan kertas. Baru setelah itu kamu bisa mengarahkan dirimu menuju kesuksesan.
Tapi kalau kamu malas, silahkan abaikan pesan ini. Nggak usah diteruskan. Saya selaku penulis nggak bakal marah kok. Toh, siapa yang akan membuatmu sukses kalau bukan dirimu sendiri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar